Like In Facebook

Monday, 5 October 2015

Gejala, Pencegahan dan Pengobatan Endometriosis

Gejala, Pencegahan dan Pengobatan Endometriosis

     Endometriosis adalah tumbuhnya jaringan endometrium atau lapisan bagian dalam rahim di luar rahim. Lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim tetap berprilaku seperti lapisan yang ada di dalam rahim terutama saat haid, lapisan endometriosis ini juga menebal dan meluruh mengeluarkan darah. Oleh karena tidak ada jalan keluar, maka saat haid, darah pada endometriosis akan terperangkap di dalam rongga pinggul.

     Intinya, endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di tempat lain. Endometriosis sering ditemukan saat seorang wanita memeriksakan diri karena belum bisa hamil.

     Endometriosis juga berpengaruh pada fertilitas (kesuburan) karena terjadinya gangguan pada lingkungan rahim sehingga pelekatan sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim terganggu. Pada kasus yang parah, dapat terjadi pelekatan pada rongga pinggul, saluran tuba ataupun indung telur yang sudah pasti mengganggu transportasi embrio.

Gejala Endometriosis


     Nyeri saat haid memang normal, tetapi pada endometriosis, nyeri yang dirasakan lebih berat dari biasanya. Lalu, kian bulan nyeri yang dirasakan bertambah nyeri.

     Nyeri pada endometriosis dirasakan bahkan sebelum darah keluar hingga sampai beberapa hari setelah haid. Penderita endometriosis bisa mengalami pendarahan berlebihan saat haid atau keluarnya darah haid di antara waktu haid.

     Nyeri haid yang dirasakan tidak bisa dijadikan patokan parah atau tidaknya endometriosis. Ada yang endometriosis-nya ringan, tetapi nyeri-nya hebat, ada pula yang sebaliknya. Gejala endometriosis kadang mirip dengan penyakit radang pinggul atau kista ovarium, maka diperlukan pemeriksaan lanjutan.


Menstruasi Retrograde


     Menstruasi retrograde adalah penyebab tersering endometriosis. Menstruasi retrograde terjadi saat darah haid yang mengandung jaringan endometrium mengalir ke saluran tuba, lalu ke rongga pinggul.

     Bila normalnya darah haid mengalir ke luar melalui "miss V", pada menstruasi retrograde darah haid mengalir ke saluran tuba. Darah haid yang mengalir ke saluran tuba selanjutnya keluar ke rongga pinggul, lalu jaringan endometrium-nya menempel di sana.

1.    Risiko Menderita Endometriosis
2.    Belum pernah melahirkan anak.
3.    Memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita endometriosis.
4.    Siklus haid kurang dari 27 hari dengan lama haid lebih dari 8 hari.
5.    Mengalami suatu kondisi saat darah haid tidak lancar keluar.
6.    Pernah menderita penyakit infeksi pada rongga pinggul.

Endometriosis dan Kehamilan


     Komplikasi utama dari endometriosis adalah gangguan kesuburan. Sepertiga sampai setengah wanita yang menderita endometriosis akan mengalami kesulitan untuk hamil. Endometriosis yang kerap terjadi pada saluran tuba menghambat pertemuan sel telur dengan sel sperma. Hal itulah yang menyebabkan sulit terjadinya kehamilan.

Pemeriksaan, Pengobatan dan Pencegahan Endometriosis


     Untuk mendiagnosis endometriosis, dokter akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang untuk endometriosis di antaranya USG dan laparoskopi.

     Pengobatan endometriosis tergantung beratnya gejala dan harapan untuk bisa hamil. Pilihan pengobatan endometriosis adalah dengan obat-obatan dan operasi. Umumnya, pengobatan dengan obat-obatan hormonal untuk mengurangi keluhan saat haid.

     Untuk penderita yang ingin hamil, umumnya disarankan operasi guna menyingkirkan jaringan endometriosis yang melekat di luar rahim. Untuk kasus yang sangat berat akan dilakukan operasi pengangkatan rahim sekaligus kedua ovarium.

     Operasi pengangkatan rahim adalah pilihan terakhir dan tentu saja jika operasi dilakukan, anda tidak bisa hamil lagi.

     Itulah penjelasan tentang gejala, pencegahan serta pengobatan endometriosis. Apabila terdapat kekurangan pada artikel ini saya mohon maaf. Terima kasih telah membaca artikel ini, baca juga : Kandungan Gizi Bayam si Raja Sayur Penghalau Penyakit Degeneratif.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih telah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar yang sopan.

Ketik e-mail kamu terus klik Submit!