Pemasangan Cincin Jantung

Pemasangan Cincin Jantung - Pasang Cincin Stent Jantung Pada penderita penyakit jantung koroner yang telah dilakukan pemeriksaan diagnostik non invasif jantung seperti halnya Kateterisasi jantung dan didapatkan adanya penyempitan pembuluh darah koroner tentunya tidak asing dengan istilah cincin jantung (stent jantung) ini.

Karena setelah melalui prosedur Keperawatan1.blogspot.com/2012/07/prosedur-kateterisasi-jantung.html"target="_blank">Kateterisasi Jantung dan didapatkan diagnostik Jantung Koroner dan adanya penyempitan pembuluh darah koroner maka akan dilakukan tindakan intervensi jantung lagi untuk pemasangan stent jantung ini yang dikenal dengan istilah percutaneus coronary intervention (PCI Jantung). Kebanyakan masyarakat yang mengira jika penanganan Keperawatan1.blogspot.com/2012/04/penyakit-jantung-koroner.html" target="_blank">penyakit jantung koroner hanya bisa dilakukan dengan tindakan operasi jantung saja. Namun dalam perkembangannya dewasa ini, untuk mengatasi sumbatan pada pembuluh darah jantung tidak selamanya melalui pembedahan. Salah satu metoda yang digunakan adalah PCI Jantung.

Keperawatan1.blogspot.com/">pemasangan cincin stent jantung, Blog <a href=Keperawatan"border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-5-sUqb6zNVw/UA6_fdbQa8I/AAAAAAAAAek/auIsQ9kMTzA/s200/PemasanganCincinJantung@BlogKeperawatan.jpg" width="180"title="Pemasangan Cincin Stent Jantung" />

Pemasangan stent bisa dilakukan pada pembuluh darah jantung dengan sumbatan yang mencapai 100%. Namun, tidak semua sumbatan total tersebut dapat diatasi dan ditangani dengan pemasangan stent. Misalnya pada kondisi sumbatan pembuluh darah koroner yang mengalami pengapuran yang terlalu keras dan panjang yang biasa disebut dengan CTO ( Cronik Total Ocklusion ) dan juga bila penyempitannya di Left Main (pembuluh darah koroner jantung utama maka Operasi Bedah jantung Terbuka atau dikenal dengan By Pass Coronary Arteriograft ( CAGB ) lebih dianjurkan.

Penggunaan stent cincin jantung ini harus juga disesuaikan dengan kebutuhan. Pemasangan cincin juga biasanya dilakukan balon jantung. Balon jantung hanya untuk membuka penyempitan pada pembuluh darah koroner jantung setelah itu baru dilakukan pemasangan cincin jantung. Bila penyumbatan koroner tersebut diderita oleh pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit Keperawatan1.blogspot.com/2012/04/mengenal-diabetes-melitus-dm.html" target="_blank">Diabetes Mellitus, maka dipasang stent yang biasa. Akan tetapi bila sumbatan tersebut diderita pasien dengan mempunyai riwayat penyakit gula / DM maka akan disarankan penggunaan stent cincin jantung yang berlapis obat (eluted) atau dalam dunia medis dikenal dengan nama DES ( Drug-Eluting Stent ). Pemasangan stent jantung berlapis obat ini dilakukan pada penyempitan pembuluh darah koroner yang panjang maupun penyumbatan total.

Diharapkan dengan pemasangan cincin jantung ini maka aliran darah koroner yang mengalami penyumbatan ataupun penyempitan akan kembali normal sehingga pasien jantung koroner yang telah dipasang stent ini akan bisa beraktifitas seperti sedia kala sebelum sakit. Walaupun yang tidak kalah penting setelah pemasangan stent jantung ini adalah kembali dalam Keperawatan1.blogspot.com/2012/05/pola-hidup-sehat.html" target="_blank">pola hidup sehat serta pola makan sehat kembali.

Demikian tadi sahabat yang sedikit mengenai Keperawatan1.blogspot.com/2012/07/pemasangan-cincin-jantung.html" target="_blank">pemasangan cincin jantung dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat. Jadi sekarang kita tahu mengapa pasang stent jantung ini dilakukan pada pasien dengan jantung koroner.

0 komentar:

Poskan Komentar