www.toko-alkes.com

vulva - ANATOMI ALAT REPRODUKSI WANITA

Vulva adalah alat kelamin luar wanita

VULVA
Vulva adalah alat kelamin luar wanita yang terdiri atas :
- Mons pubis
- Labia majora
- Labia minora
- Klitoris
- Vestibulum dengan kelenjar kelenjar yang bermuara didalamnya
- Himen

Mons Pubis
Mons pubis pada orang dewasa biasanya ditutupi rambut, yang pada wanita seringkali berbentuk trianguler dengan basis diatas, pada laki laki rambut pubes sering meluas keatas sampai umbilikus.
Labia Majora
Labia majora adalah lipatan kulit yang tebal karena jaringan subkutannya banyak mengandung lemak. Di sebelah belakang mereka bersatu membentuk komisura posterior. Permukaan luarnya ditumbuhi rambut dan banyak mengandung kelenjar minyak. Di dalamnya terdapat banyak pula pleksus pleksus ena yang bila terkena trauma dapat mengakibat bermatoma.
Mons Pubis
Mons pubis pada orang dewasa biasanya ditutupi rambut, yang pada wanita seringkali berbentuk trianguler dengan basis diatas, pada laki laki rambut pubes sering meluas keatas sampai umbilikus.

KLITORIS
Klitoris meruapkan organ yang identik dengan penus pada laki laki. Organ ini mengandung alat erektil. Seperti pada labium minus, ia banyak mengandung entribulum genitalis, suatu akhiran saraf utama dalam sensasi erotik (seksual).
Ventribulum adalah ruangan yang dibatasi oleh :
- Labia minora kanan dan kiri
- Klitoris disebelah atas
- Fourchet disebelah belakang bawah / dorsokaudal
Ada 6 lubang yang bermuara kedalam vestibulum, yaitu :
1. Orifisium uretrae eksternum satu buah
2. Lubang muara kelenjar parauretralis dua buah
3. introitus vaginae satu buah
4. lubang muara kelenjar bartolini dua buah

VAGINA
Vagina adalah pipa muskulomembranosa yang membentang antara ulva sampai uterus. Pada virgin infakta ia berbentuk sebagai pipa yang gepeng. Panjang vagina pada dinding anterior adalah 6 7 cm, sedang pada dinding posterior adalah 7 10 cm.
Fungsinya adalah :
1. Sebagai saluran keluar uterus
2. Sebagai alat senggama
3. sebagai jalan lahir

PERINEUM
Perineum dibentuk oleh diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis.

UTERUS
Uterus terdiri dari dua bagian utama, yaitu sertviks dan korpus. Kedua bagian ini dipisahkan oleh suatu penyempitan yang disebut isthmus. Pada waktu hamil isthmus ini membentuk bangunan yang disebut segmen bawah rahim. Korpus uteri biasanya membentuk sudut kedepan terhadap serviks. Keadaan ini disebut antefleksi. Bisa juga uterus retrofleksi atau lurus (sikap militer). Posisi ini dipengaruhi oleh isi kandung kencing dan rektum. Pada orang dewasa yang belum pernah melahirkan, besar uterus kira kira setelur ayam, panjang 7 8 cm dan lebar 4 5 cm.

OVARIUM
Secara ontogenetis ada tiga unsur yang membentuk jaringan ovarium, yaitu :
1. Epitel coelom (mesotelium) yang menjadi epitel pelapis ovarium dan sel sel folikular (granulasa)
2. Sel sel germinal (asal dari sel sel endodermal primitif dari dinding yolk sae dekat pangkal alantois)
3. Sel sel mesenkim lain yang menjadi sel sel stroma dan sel teka.

ALAT REPRODUKSI WANITA
Hipofisis (lobus anterior) mengeluarkan berbagai hormon, 3 diantaranya sangat penting dalam fisiolig reproduksi. Ketiga hormon tersebut adalah :
1. FSH (Foliticle Stimulating Hormon)
2. LH (Luteinzing Hormon)
3. Pralaktin
Sebelum lahir, oosit primer telah melakukan pembelahan metasis pertama tetapi berhenti pada stadium profase. Kemudian setelah pubertas folikel mengamali pemaksaan. Pembedahan metosis selesai beberapa saat sebelum ovulasi. Perkembangan folikel ditandai dengan :
1. Differensiasi oosit primer
2. Proferasi sel sel folikel
3. Pertumbuhan teka folikuli dari astroma avoril
Folikel de Graaf terdiri atas (dari luar kedalam) :
1. Lapisan jaringan ikat khusus yang disebut teka folikuli
2. Lapisan epitel yang disebut membrana granulosa
3. Oosit sekunder yang dikelilingi oleh selapis sel korona radiata dan dihubungkan dengan sel sel granulosa oleh kumulus ooforus.
4. Likour folikuli

OVULASI
Tanda tanda dan tes untuk ovulasi :
1. Rasa sakit diperut bagian bawah, terjadi pada pertengahan siklus, disebut mid cycle pain atau mittleschmers. Kira kira 25% wanita mengalami hal ini yang disebabkan oleh iritasi peritoneum oleh darah / cairan folikel.
2. Perubahan temperatur basal
Pada fase folikular, temepratur basal relatif konstan rendah antara 35,9 36,1% C, tetapi menjelang / tepat pada saat ovulasi temepratur naik, kenaikan temperatur ini merupakan efek termogenik progesteron.
3. Perubahan lendir serviks
Perubahan lendir seriks diuji dengan dua macam tes, yaitu :
a. Pada fase folikular lendir serviks kental dan opak, tetapi menjelang ovulasi ia menjadi lebih encer dan jernih sehingga dapat ditarik seperti barang 6 0 cm. Uji ini disebut uji membenang
b. Bila lendir serviks dibiarkan kering pada sebuah gelas obyek ( 10 menit), dibawah mikroskop akan tampak gambaran daun pakis
4. Adanya gambaran fase sekresi pada endometrium
5. Kenaikan kadar progesteron
Kadar progesteron setinggi 2 ng/ml menunjukkan adanya ovulasi.
6. LH surge
Kenaikan mendadak LH juga dapat dipakai sebagai pertanda adanya ovulasi. LH diukur dengan RIA.
7. Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
Folikel dengan ukuran 1 7 cm menunjukkan folikel yang masak (biasanya antara 1,72 cm)
8. Pemeriksaan laparoskopi
Dengan melihat langsung ovarium, untuk mencari adanya stimata.

SIKLUS MENSTRUASI
Endometrium adalah organ yang unik, tak kurang dari 400 kali dalam hidup seorang wanita mengalami pengelupasan dan regenerasi. Darah yang keluar lewat menstruasi seluruhnya tak kurang dari 3 kali jumlah total besi yang ada pada orang dewasa.

FERTILISASI (PEMBUAHAN)

TRANSPORT OVUM
Gerakan seperti emnyapu oleh fimbria tuba uterina, ia dilengkap oleh infundibulum.

TRANSPORT SPERMA
Pada saat koltus kira kira 3-5 cc sementara ditumpahkan kedalam forniks posterior, dengan jumlah spermatozoa antara 300 500 juta. Mereka masuk kedalam kanalis servikalis dengan gerakan ekornya. Selanjutnya gerakan di dalam rongga uterus dan tuba terutama sebagai hasil kontraksi otot otot pada organ tersebut.

KEMAMPUAN HIDUP
Ovum biasanya diubahi dalam 12 jam setelah ovulasi, dan akan mati bila dalam 24 jam tidak segera dibuahi, sedang spermatozoa dapat bertahan dalam saluran reproduksi wanita sampai empat hari.

FERTILISASI
Hasil fertilisasi :
1. Kembalinya sel dengan jumlah kromosom diploid (2n)
2. Penurunan / pewarisan sifat-sifat spesies
Ini disebabkan karena zigot mengandung separuh sifat ibunya dan separuh sifat sifat ayah
3. Penentuan jenis kelamin
Jenis kelamin ditentukan di awal terjadinya pembuahan. Pada manusia struktur (46,xx) adalah wanita, sedang (46,yy) adalah laki - laki
4. Permulaan pembelahan segmentasi
Segera setelah terjadinya pembuahan, zigot dalam 8 14 jam akan memulai pembelahan segmentasi pertama, disusul dengan pembelahan pembelahan selanjutnya dengan kecepatan tiap 10 12 jam.

0 komentar:

Poskan Komentar